Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Alkisah

Throwback pengalaman masa krucil doeloe

--lagi ngelamun ke maybe around +/- 20thn yang lalu ( kerjaan yang baru ga hetic ya??? kebanyakan ngelamunnya ni ) . . . . Sejujurnya gw tuh anaknya ga kuat kuat banget lo.. Kalo emang gw ga nangis pas hari pertama sekolah (waktu TK dulu) itu karena emang gw nahan nangis.. dan masih coba connect dengan keadaan.. 'ini lagi ngapain sih..' or 'kok mama ga ada..' or 'kok ada anak kecil nangis' etc... Mantan gw dulu pernah bilang kaloo pada dasarnya.. gw meng-image kan diri gw sebagai pribadi yang kuat.. but somehow deep down inside itu.. rapuh juga, se rapuh  dan melow .. lagu nya rinto harahap.. Bayangkan sekolah dasar (SD) yang berbasis Katholik, dengan beberapa guru itu suster Katholik. Terkenal sama aturannya yang strick-tegas-keras-disiplin endes bre endes bra (dan semua semua nya.. ah pasti pada paham la.. sekolah Katholik pegimana).. Ga pegitu masalah si kalo masalah aturan.. gw pun ga aneh aneh deh waktu SD.. 1 Hal yang jadi struggle terberat gua...

Ijinkan aku lupa (2)

Mata Summer terus terpaku pada jam dinding di ruang kepala sekolah nya. Jam menunjukan pukul 18.36 menit. Sudah lewat 4 jam dari waktu pulang sekolah. Dalam keterpakuannya pada jam dinding itu.. Summer tidak mengindahkan ataupun menyadari pertanyaan-pertanyaan Bu KepSek. 'Kapan Bunda kamu akan jemput, Summer?' 'Ibu perlu bicara personal dengan bunda kamu Summer .' ... Summer tetap menghayati detik demi detik.. Seolah tidak ada yang bisa menerjemahkan komunikasinya terhadap detik detik itu. Waktu pun terhenti.. meninggalkan sendiri Summer dan pikirannya. Summer di guncangkan oleh Bu KepSek, 'Summer tolong tunggu sebentar di luar... Ibu perlu berdiskusi dengan bundamu. ' Oh... bunda dah datang... Summer pun beranjak keluar. Tampak bunda terengah engah.. Pasti bunda terburu buru dari kantornya. Bu KepSek, menjelaskan bahwa akhir akhir ini Summer kurang dapat berkonsentrasi dalam pelajaran. Seakan ada perihal dalam pikirannya yang menggangu. Kadang siapa pu...

Ijinkan aku lupa (1)

*) sejenak mao menari di atas keyboard dan berimajinasi. Cerita ini fiksi belaka dan di ilhami oleh beberapa kejadian sehari hari. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Summer si anak 5 tahun yang orang kenal bisu itu, tertegun mengamati dari balik jendela rumahnya. Dari balik gordin dia mengamati bagai mana kucing liar itu disiksa oleh tetangga nya. Sekiranya apa yang Summer rasakan saat memperhatikan kejadian itu ya? Apa memang dia mengerti apa yang dia lihat? Dia tak pernah berbicara.. eh.. bersuara pun tidak. Banyak orang dalam keluarganya menganggap bahwa dia memiliki kekurangan dalam perkembangannya. Tapi tidak untuk Bunda. Bunda Summer selalu yakin Summer adalah anak spesial titipan Tuhan yang paling berharga. ' Bunda yakin Summer akan mulai berbicara pada Bunda, ketika Summer siap! ' Summer terhenyak dari pandangannya ke luar jendela, dan memperhatikan Bunda.  Summer memegang rok nya...